Moderator : Amal Bastian

LO : Muzakki

Runner : Lamhot Sagala & Syarif Hamid

 

Narasumber :

Local :

  1. (Yakobus, S.Pd., M.M.

Ketua MKKS SMA Kab  Landak, Ketua  PGRI Cabang  Menjalin, Kepala Sekolah SMAN 1 Menjalin)

  1. (Siti Nur Fadhilatin Guru SMAN 1 Sebangki)

Nasional :

  1. (Dr. H. M. Dimyati Huda, M.Ag

Ketua LP2M dan Dosen Pasca Sarjana)

KOL :

(Btari Sekar Ayu, S.I.Kom

Public Relation & Content Creator)

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

Welcoming Speech Oleh Bupati Landak(dr. Karolin Margret Natasa

Bupati Landak)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang ter literasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Setempat melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 1: Kecakapan Digital : Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif bagi Pemuka Agama

(Dr. H. M. Dimyati Huda, M.Ag

Ketua LP2M dan Dosen Pasca Sarjana)

  • Internet adalah jaringan komunikasi secara global dan terbuka. Jaringan komunikasi ini akan menghubungkan jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis. … Dengan komunikasi yang sudah terhubung oleh jaringan maka akan mempermudah dalam mengetahui informasi yang beredar secara global.
  • Dampak positif internet:
  1. Memudahkan komunikasi
  2. Sarana belajar
  3. Memudahkan pencarian informasi
  4. Memudahkan transaksi bisnis
  5. Media untuk berkarya

Bahaya internet:

  1. Kekerasan dan pelecehan melalui internet
  2. Informasi tidak benar atau hoax
  3. Penipuan transaksi online
  4. Pornografi melalui internet
  • Internet yang positif yaitu:
  1. Konten Inspiratif
  2. Konten Edukatif
  3. Konten Informatif
  4. Konten Menghibur

Talks 2: Etika Digital : Bijak dalam menggunakan media sosial

(Yakobus, S.Pd., M.M.

Ketua MKKS SMA Kab  Landak, Ketua  PGRI Cabang  Menjalin, Kepala Sekolah SMAN 1 Menjalin)

  • Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia (Wikipedia Bahasa Indonesia). Contoh media sosial yaitu: Facebook, Instagram, YouTube, Line, Twitter, WhatsApp, dll.
  • Cara bijak dalam menggunakan media sosial:
  1. Jangan asal posting konten
  2. Tidak perlu detail mencantumkan informasi
  3. Jaga etika
  4. Selalu waspada dan jangan langsung percaya
  5. Filter akun-akun yang diikuti
  • Tips aman di media sosial:
  1. Pasang identitas asli tapi jaga privasi
  2. Jangan asal pilih teman
  3. Jaga perkataan di setiap status
  4. Tidak mengumbar kontak pribadi
  5. Amankan akun agar tidak diretas

Talks 3 : Keamanan Digital : menganalisis kasus cyberbullying dan cara menghentikannya

(Siti Nur Fadhilatin Guru SMAN 1 Sebangki)

  • Cyberbullying adalah Perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Dapat terjadi di media sosial ,platform chating dan game,dan ponsel. Perilaku agresif secara berulang menggunakan media elektronik dengan tujuan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasarannya.
  • Contoh cyberbullying:
  1. Menyebarkan kebohongan tentang seseorang
  2. Mengunggah foto memalukan sesorang
  3. Mengirim pesan menyakitkan dan ancaman
  4. Mengucilkan dari aktivitas atau group pertemanan
  5. Membuat akun palsu atau membajak identitas untuk mempermalukan orang

Dampak cyberbullying:

  1. Memunculkan perasaan ingin bunuh diri
  2. Kehilangan minat
  3. Kesehatan fisik menurun
  4. Lingkungan akan korban
  • Cara mengatasi cyberbullying:
  1. Mencari bantuan dari orang yang bisa dipercaya
  2. Blokir akun media sosial pelaku
  3. Setting media sosial menjadi privat akun
  4. Melapor kepada pihak yang berwajib

Key Opinion Leader : Budaya Digital : Peran Literasi Digital Untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif

(Btari Sekar Ayu, S.I.Kom Public Relation & Content Creator)

  • Budaya Konsumtif merupakan sifat alamiah yang dimiliki oleh semua elemen masyarakat yang mungkin tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Tetapi bagaimana kita bisa menyikapi perilaku tersebut untuk menjadi hal yang lebih produktif kedepannya dengan bagaimana membedakan mana kebutuhan yang menjadi prioritas kita saat ini. Sehingga dari Budaya konsumtif tersebut dapat menimbulkan dampak positif buat kehidupan kita kedepannya ke arah yang lebih baik. Karena perilaku konsumtif yang berlebihan tentunya akan memberikan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat dewasa ini.
  • Permasalahan yang muncul di era digital ini menarik kita untuk meninjau kembali mengenai budaya yang berkembang pada masyarakat Indonesia. Diantaranya termasuk pola hidup konsumtif masyarakat yang sering di pandang sebagai salah satu dampak pengaruh digital. Era digital memang telah membuat diri kita begitu lengah dan hanyut terhadap berbagai perkembangan-perkembangan yang begitu pesat setiap hari bahkan setiap jam nya. Perilaku konsumtif tidak pernah memandang aspek sosial ekonomi, pendidikan dan domisili.
  • Cara Mengubah Mindset Konsumtif menjadi Lebih Produktif :
  1. Mulai mengatur mindset konsumtif menjadi lebih produktif, dengan cara lakukan hal yang bermanfaat untuk jangka panjang dan jangka pendek, beli yang dibutuhkan bukan diinginkan, serta melihat dari sudut pandang, selalu penasaran dan berpikir kritis serta adaptif.
  2. Batasi gaya hidup digital boros, dengan cara batasi penggunaan internet, buat anggaran kebutuhan belanja online, gunakan voucher diskon secara professional, gunakan internet untuk hal yang positif, serta bedakan rekening pribadi dan usaha.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh Moderator:

  • Tata tertib berlangsungnya webinar
  • Cara peserta memenangkan gimmick dan absen+posttest
  • Kesimpulan materi dari setiap narasumber

Penanya :  saya sering liat konten agama yang saling menghujat agama lain dan membanggakan agamanya maka terjadilah perselisihan di komentar video tersebut , bagaimana agar orang menggunakan konten agama untuk mempersatu agama agar sesama agama saling toleransi tidak saling menghujat ?

Jawaban : Sebenarnya agama itu hadir untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tapi akan tetapi acapkali para pelaku agama itu justru membuat persoalan itu artinya karena ada kesempitan cara berpikir. Cara memahami agama itu harus komprehensif baik dari sisi teologinya baik dari sisi sosiologi psikologi pendidikan dari politik hukum dan semuanya termasuk budaya agama itu

Penanya :  Di era digital saat ini kesadaran tentang moral dan etika dalam masyarakat makin menurun khususnya bagi anak- anak usia sekolah, menurut bapak, bagaimana cara yang menarik agar masyarakat khususnya anak-anak, remaja dan kaum millenial lebih memperhatikan etika dan moral melalui Media Sosial ? disaat konten-konten tentang etika bermoral itu sering disepelekan namun untuk konten-konten yang tidak sepantasnya ditonton menjadi sesuatu yang sangat menarik ?

Jawaban : Kita orang tua berperan dalam pembentukan etika pada anak dan diminta mengajarkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak sehingga menghasilkan penerus bangsa yang paham akan budaya, tata krama dan sopan santun. Di sekolah akan diberikan juga pendidikan karakter pada anak sehingga dapat membantu norma kesopanan pada anak.

Penanya :  Dengan adanya kehadiran Dompet Digital dan maraknya marketplace saat ini terdapat pilihan pembayaran “PayLater” bahkan beberapa kali saya mendapati berita tentang anak muda yg tidak mampu membayar tagihan “PayLater” mereka. Bagaimana peranan org tua agar generasi muda sekarang tidak terjerumus pada budaya “PayLater”? karena sejak adanya metode pembayaran tersebut, banyak org yg makin konsumtif tanpa memperhatikan kebutuhan mereka sesungguhnya.

Jawaban : Fitur ini bisa menjadi positif ataupun negatif. Dengan adanya paylater tapi balik lagi ke individu masing-masing ketika kalian bisa untuk lebih menata keuangan kalian ini bisa menjadi positif ketika kalian sebelum menggunakan peralatan tersebut memiliki tabungan yang cukup untuk membeli barang-barang yang diinginkannya jadi ketika kalian membayarkan tagihan kalian sesuai dengan tanggal tagihan. Negatifnya ketika kalian tidak bisa membayarkan tagihan tersebut secara tepat tanggal tagihan kalian akan terkena bunga dan menjadinya jadinya banyak sekali tagihan-tagihan. Caranya adalah sebisa mungkin menata keuangan

Penanya :  Bagaimana membedakan antara gurau dan cyberbullying?

Jawaban : Kalau candaan di media sosial itu, biasanya kalau candaan tidak menimbulkan efek negatif asal kita menanggapi candaan tersebut dengan positif. Kalau cyberbullying, sudah menyinggung atau menghina orang lain. Cyberbullying biasanya menimbulkan dampak yang berbahaya bagi korbannya

Jumlah participant terbanyak pada sesi ini : 327

Conclusion/Kesimpulan Webinar :

  • Kegiatan Webinar dimulai pada pukul (09.01) WIB
  • Narasumber, KOL dan Moderator hadir di Webinar Tepat waktu sebelum kegiatan dimulai.
  • Materi Narasumber yang dipaparkan sesuai tema pada saat kegiatan
  • Narasumber ( H. M. Dimyati Huda, M.Ag) Memberikan panelis/talks tepat waktunya
  • Narasumber (Yakobus, S.Pd., M.M.) Memberikan pemaparan tepat pada waktunya
  • Narasumber (Btari Sekar Ayu, S.I.Kom) Memberikan pemaparan tepat waktunya
  • Narasumber (Siti Nur Fadhilatin) Memberikan pemaparan tepat waktunya
  • Materi Narasumber semuanya sesuai dengan tema kegiatan
  • Kegiatan Webinar selesai pada pukul (11.00) WIB

 

Catatan pembelajaran kegiatan :

  • Kesalahan Teknis :

○ TIDAK ADA

  • Kesalahan Non Teknis :

○ TIDAK ADA

  • Sesi narasumber paling menarik dan alasannya

○ TIDAK ADA

  • Sesi narasumber kurang menarik dan alasannya

○ TIDAK ADA

  • Peserta yg mendapatkan Gimmick :

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.